1 Raja-raja 12:1-24: Pecahnya Kerajaan Itu

Setelah belajar perikop Salomo Mati dari Kitab 1 Raja-raja, sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yakni Pecahnya Kerajaan Itu.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab 1 Raja-raja (1 Kings 12:1-24) dengan judul perikop Pecahnya Kerajaan Itu).

Kita belajar perikop "Pecahnya Kerajaan Itu" ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Ayat-ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat-ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Pecahnya Kerajaan Itu (Kitab 1Ki 12:1-24)


1Ki 12:1 Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja.

1Ki 12:2 Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat--pada waktu itu dia masih ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo--maka kembalilah ia dari Mesir.

1Ki 12:3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan segenap jemaah Israel dan berkata kepada Rehabeam:

1Ki 12:4 "Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu."

1Ki 12:5 Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku." Lalu pergilah rakyat itu.

1Ki 12:6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?"

1Ki 12:7 Mereka berkata: "Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu."

1Ki 12:8 Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya,

1Ki 12:9 katanya kepada mereka: "Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?"

1Ki 12:10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: "Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami--beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku!

1Ki 12:11 Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi."

1Ki 12:12 Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: "Kembalilah kepadaku pada hari lusa."

1Ki 12:13 Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya;

1Ki 12:14 ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: "Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi."

1Ki 12:15 Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan TUHAN, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat.

1Ki 12:16 Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: "Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!" Maka pergilah orang Israel ke kemahnya,

1Ki 12:17 sehingga Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda.

1Ki 12:18 Kemudian raja Rehabeam mengutus Adoram yang menjadi kepala rodi, tetapi seluruh Israel melontari dia dengan batu, sehingga mati, bahkan raja Rehabeam hampir-hampir tidak dapat menaiki keretanya untuk melarikan diri ke Yerusalem.

1Ki 12:19 Demikianlah mulanya orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.

1Ki 12:20 Segera sesudah seluruh Israel mendengar, bahwa Yerobeam sudah pulang, maka mereka menyuruh memanggil dia ke pertemuan jemaah, lalu mereka menobatkan dia menjadi raja atas seluruh Israel. Tidak ada lagi yang mengikuti keluarga Daud selain dari suku Yehuda saja.

1Ki 12:21 Ketika Rehabeam datang ke Yerusalem, ia mengumpulkan segenap kaum Yehuda dan suku Benyamin, seratus delapan puluh ribu teruna yang sanggup berperang untuk memerangi kaum Israel dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kepada Rehabeam, anak Salomo.

1Ki 12:22 Tetapi datanglah firman Allah kepada Semaya, abdi Allah, demikian:

1Ki 12:23 "Katakanlah kepada Rehabeam, anak Salomo, raja Yehuda, dan kepada segenap kaum Yehuda dan Benyamin dan kepada selebihnya dari bangsa itu:

1Ki 12:24 Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu, orang Israel. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi." Maka mereka mendengarkan firman TUHAN dan pergilah mereka pulang sesuai dengan firman TUHAN itu.


Permintaan Kelompok yang Tidak Puas (12:1-20).


Penyebab wajar yang langsung dari pecahnya kerajaan tersebut adalah pajak yang berat untuk membiayai kemewahan hidup Salomo (bdg. II Taw. 10). Penyebab yang tidak dapat dilihat ialah tindakan pendisiplinan oleh Tuhan.

1. Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja. Rehabeam yang merupakan satu-satunya putra Salomo yang disebutkan di dalam Alkitab pasti telah ditentukan Salomo sebagai penggantinya.

Sikhem. Sebuah kota di Efraim; kota ini dijadikan titik tolak kegiatan Rehabeam dan bukan ibu kota.

2. Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam . . . maka kembalilah ia dari Mesir. Tidak diragukan lagi bahwa berita itu sampai kepada mata-mata yang ditugaskan Yerobeam, sebab ia sendiri berada dalam pembuangan di Mesir (11:40).

Oleh sebab itu Yerobeam bergegas kembali ke Israel untuk menuntut haknya.

Ketika dia sudah tiba, sejumlah rakyat menjadikan dia juru bicara mereka untuk mengutarakan segenap keluhan mereka.

Mereka meminta sang raja baru untuk meringankan beban mereka.

4. Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami. Pastilah pernyataan ini merupakan rangkuman dari permohonan rakyat itu.

Terutama yang mereka minta adalah agar beban ekonomi mereka dijadikan lebih ringan, tetapi mungkin juga terkait di dalamnya tuntutan untuk lepas dari penindasan politik dan sosial.

5. Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa." Raja menjawab dengan meminta waktu untuk berpikir tentang apa yang mereka tuntut itu. Tetapi, dari keputusan akhir yang diberikan, tampaknya dari semula sudah ada keputusan.

6. Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua. Para penasihat mengusulkan agar Rehabeam memanfaatkan bahasa diplomasi, yakni mengakui bahwa keluhan mereka itu benar dan menjanjikan pembaharuan pada waktunya nanti.

8. Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia. Nasihat yang disampaikan oleh para penasihat muda merupakan nasihat yang justru bertentangan dengan yang dikemukakan oleh para penasihat tua yang lebih bijaksana.

10. Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat. Mereka menasihatkan agar raja muda itu bersikap tidak bijaksana, yaitu bersikap mengancam untuk menunjukkan bahwa ia mengetahui adanya komplotan itu sehingga setiap permohonan mereka langsung dianggap sebagai usaha untuk memberontak atau berkhianat.

14. Cambuk ... cambuk yang berduri besi. Cambuk adalah sebuah tali kulit biasa, sedangkan "cambuk yang berduri besi" adalah cambuk yang ditambahi dengan paku-paku besi yang ditanamkan ke dalamnya, dan dipakai untuk memukul budak.

Oleh karena itu apa yang diucapkan raja itu sangat menghina.

Rehabeam bukan hanya mengancam orang-orang itu dengan beban yang lebih berat daripada yang sudah mereka derita selama ini, dia bahkan menyiratkan bahwa dirinya akan menganggap mereka sebagai bangsa budak.

Harus diakui demi Rehabeam, bahwa ancaman yang diucapkannya terhadap mereka yang tetap setia kepada keturunan Daud jauh lebih lunak daripada kesan yang timbul akibat ucapannya itu.

Tetapi, orang-orang itu tidak bisa melihat kenyataan tersebut sehingga jurang yang memisahkan mereka tidak dapat dijembatani lagi.

15. Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat. Motif yang tersembunyi disebutkan di dalam pernyataan berikutnya: hal itu merupakan perubahan yang disebabkan Tuhan.

Apa yang diucapkan nabi Ahia bahwa kerajaan itu akan terpecah harus digenapi. Apa yang ditetapkan oleh Allah di dalam kekekalan, akan mencapai puncaknya dalam sejarah.

16. Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Dengan demikian kedaulatan dari keturunan Daud sebagai raja disangkal oleh sebagian besar orang Israel.

Dengan kata-kata ini, mereka berbalik meninggalkan warisan mereka untuk mencari peluang-peluang baru bersama dengan pemimpin yang baru saja mereka pilih, yaitu Yerobeam putra Nebat.

17. Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda. Sebagai penggenapan janji Allah bahwa Daud "selalu mempunyai keturunan ... di Yerusalem" (11:36), orang-orang Ibrani dari selatan yang tinggal di Yudea tetap setia, sedangkan suku-suku yang ada di utara mengikuti jalan mereka sendiri.

Usaha Rehabeam untuk melaksanakan pemerintahan secara diktator tidak berhasil.

18. Kemudian Raja Rehabeam mengutus Adoram . . . tetapi seluruh Israel melontari dia dengan batu, sehingga mati. Karena belum sadar bahwa putusnya hubungan di antara dua kelompok tersebut bersifat menentukan dan tidak bisa dirundingkan lagi, Rehabeam secara tidak bijaksana mengirimkan Adoram kepada Israel untuk memaksa mereka kerja rodi bagi dirinya.

Tanggapan dari rakyat Yerobeam cepat dan mengerikan; mereka langsung membunuh pengawas itu tanpa kenal ampun.

Raja Rehabeam hampir-hampir tidak dapat menaiki keretanya untuk melarikan diri ke Yerusalem. Tampaknya, Rehabeam sendiri nyaris ikut menjadi korban dari pergolakan yang terjadi pada waktu itu.

Perang Saudara Dicegah (12:21-24).


Rehabeam ... mengumpulkan segenap ... teruna yang sanggup berperang (ay. 21). Rehabeam merencanakan untuk menyerbu suku-suku utara untuk membuat mereka tunduk kembali kepada pimpinannya.

Semaya sang nabi turun tangan dengan membawa pesan dari Allah yang mendesak Rehabeam untuk tidak maju berperang, sambil menyatakan bahwa tindakan tersebut hanya akan mengakibatkan kekalahannya.

Untung sekali, bahwa di dalam hal ini Rehabeam menaati perintah Tuhan dan membubarkan pasukan.

Perikop Selanjutnya: Yerobeam Memulai Ibadah Baru.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel