Yoahas, Raja Israel

Ketika raja Israel menyimpang dari jalan yang diperintahkan Tuhan, maka Tuhan menghukum Israel dengan berbagai cara supaya mereka bertobat, seperti menyerahkan mereka ke dalam penindasan raja Aram.

Klik:

Tetapi saat raja Israel memohon belas kasihan TUHAN, maka TUHAN memberikan kepada orang Israel seorang penolong, yakni anaknya sendiri yang dikenal sebagai Yoas, raja Israel yang kisahnya dapat kita baca dalam perikop kematian nabi Elisa dan kemenangan Yoas atas Aram.

2 Raja-raja 13:1-9


2Ki 13:1 Dalam tahun kedua puluh tiga zaman Yoas bin Ahazia, raja Yehuda, Yoahas, anak Yehu, menjadi raja atas Israel di Samaria; ia memerintah tujuh belas tahun lamanya.

2Ki 13:2 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia hidup menuruti dosa Yerobeam bin Nebat, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula. Ia tidak menjauhinya.

2Ki 13:3 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap Israel, lalu diserahkan-Nyalah mereka ke dalam tangan Hazael, raja Aram, dan ke dalam tangan Benhadad, anak Hazael, selama zaman itu.

2Ki 13:4 Tetapi kemudian Yoahas memohon belas kasihan TUHAN, dan TUHAN mendengarkan dia, sebab Ia telah melihat, bagaimana beratnya orang Israel ditindas oleh raja Aram.

2Ki 13:5 --TUHAN memberikan kepada orang Israel seorang penolong, sehingga mereka lepas dari tangan Aram dan dapat duduk di kemah-kemah mereka seperti yang sudah-sudah.

2Ki 13:6 Hanya mereka tidak menjauh dari dosa-dosa keluarga Yerobeam, yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula, melainkan mereka terus hidup dalam dosa itu. Juga patung Asyera masih berdiri di Samaria. --

2Ki 13:7 Sebab tidak ada laskar ditinggalkan pada Yoahas, selain dari lima puluh orang berkuda dan sepuluh kereta dan sepuluh ribu orang berjalan kaki, sebab raja Aram telah membinasakan mereka dan meniupkan mereka seperti abu pengirikan.

2Ki 13:8 Selebihnya dari riwayat Yoahas dan segala yang dilakukannya dan kepahlawanannya, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Israel?

2Ki 13:9 Kemudian Yoahas mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Samaria. Maka Yoas, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.


Tafsiran Wycliffe


1. Dalam tahun kedua puluh tiga zaman Yoas. Gaya menyebutkan tanggal yang bukan merupakan tanggal seseorang naik takhta dipergunakan di sini, dengan mengurangi tahun kedua puluh tiga menjadi tahun kedua puluh dua, yaitu tahun pertama pemerintahan Yoahas, sehingga menjadikan tahun ketujuh belas pemerintahannya sama dengan tahun ketiga puluh delapan pemerintahan Yoas (21 + 17 = 38; lih. Thiele, op. cit., hlm. 37, 38, bagan di hlm. 74).

2. Hidup menurut dosa Yerobeam. Perjanjian dengan Allah tetap dilanggar di bawah pemerintahan raja ini (lih. juga 10:29).

3. Diserahkan-Nyalah mereka ke dalam tangan Hazael, raja Aram - karena dosa-dosa yang dikemukakan di ayat 2.

Mengenai hilangnya wilayah kekuasaan di sebelah timur Yordan lihat 10:32.

Kehilangan-kehilangan yang baru ini dengan demikian merupakan kelanjutan dari penghajaran sebelumnya.

Selama beberapa tahun Hazael disibukkan dengan serangan-serangan dari Salmaneser III; namun sesudah Salmaneser mati, dia bebas untuk kembali menindas Israel.

Selama zaman itu, maksudnya: sepanjang masa pemerintahan Yoahas (bdg. ay. 22, 25).

4. Yoahas memohon belas kasihan Tuhan. Keadaan Yoahas yang sangat terjepit (ay. 7) membuatnya mencari Tuhan yang mengirimkan pelepasan untuk menolong rakyat yang tertindas.

5. Tuhan memberikan kepada Israel seorang penolong. Penolong itu muncul sesudah Yoahas meninggal (lih. ay. 22 di bawah).

6. Bangsa itu tetap saja melakukan dosa-dosa keluarga Yerobeam, karena itu melanjutkan pelanggaran perjanjian dengan Tuhan. "Pertobatan" Yoahas hanyalah pertobataan pikiran saja; dia tidak kembali kepada perjanjian.

7. Sebab tidak ada laskar ditinggalkan. Lihat ayat 4.

Raja Aram. Seharusnya, Tuhan.

Israel di Bawah Pemerintahan Yoahas dan Yoas (13:1-25)

Bagian ini menunjukkan bagaimana secara tersembunyi dosa masuk dan bercokol lalu menyebar sekalipun ada berbagai usaha untuk memusnahkannya.

Dari Yehu Hingga Hancurnya Kerajaan Israel (9:11-17:4).

Karena penyembahan berhala di Israel itu sudah mengancam akan menghancurkan segala pengaruh baik di sana, dan akan menyerbu Yehuda sehingga akan menghancurkan keseluruhan bangsa tersebut, maka keluarga Ahab harus dimusnahkan.

Sumber bahan: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel