Ezra: Pembangunan Dimulai Lagi Dengan Izin Raja Darius

Klik:

Ezra 5:1-6:12


Ezr 5:1 Tetapi nabi Hagai dan Zakharia bin Ido, kedua nabi itu, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan di Yerusalem dalam nama Allah Israel, yang menyertai mereka.

Ezr 5:2 Pada waktu itu mulailah Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua bin Yozadak membangun rumah Allah yang ada di Yerusalem. Mereka didampingi dan dibantu oleh nabi-nabi Allah.

Ezr 5:3 Tetapi pada waktu itu juga datanglah kepada mereka Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekan mereka, dan beginilah katanya kepada mereka: "Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk membangun rumah ini dan menyelesaikan tembok ini?"

Ezr 5:4 Lalu katanya pula kepada mereka: "Siapakah nama-nama orang yang mendirikan bangunan ini?"

Ezr 5:5 Tetapi mata Allah mengamat-amati para tua-tua orang Yahudi, sehingga mereka tidak dipaksa berhenti oleh orang-orang itu sampai ada berita diterima oleh Darius dan kemudian dikirim kembali surat jawaban mengenai hal itu.

Ezr 5:6 Inilah salinan surat yang dikirim Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, bersama-sama dengan Syetar-Boznai dan rekan-rekannya, para punggawa daerah sebelah barat sungai Efrat, kepada raja Darius.

Ezr 5:7 Mereka mengirim laporan tertulis kepadanya yang bunyinya sebagai berikut: "Ke hadapan raja Darius. Salam sejahtera!

Ezr 5:8 Kiranya raja maklum, bahwa kami datang ke daerah Yehuda, ke rumah Allah yang maha besar. Rumah itu sedang dibangun dengan batu yang besar-besar, sedang dindingnya dilapis dengan kayu, dan pekerjaan itu dikerjakan dengan seksama dan berjalan lancar di tangan mereka.

Ezr 5:9 Kemudian kami menanyai para tua-tua itu dan beginilah kata kami kepada mereka: Siapakah yang memberi perintah kepadamu untuk membangun rumah ini dan menyelesaikan tembok ini?

Ezr 5:10 Lagipula kami tanyakan kepada mereka nama-nama mereka, untuk memberitahukannya kepada tuanku, dengan mencatat nama orang-orang yang mengepalai mereka.

Ezr 5:11 Inilah jawaban yang diberikan mereka kepada kami: Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi, dan kami membangun kembali rumah, yang telah didirikan bertahun-tahun sebelumnya, didirikan dan diselesaikan oleh seorang raja Israel yang agung.

Ezr 5:12 Tetapi sesudah nenek moyang kami membangkitkan murka Allah semesta langit, mereka diserahkan-Nya ke dalam tangan Nebukadnezar, raja negeri Babel, orang Kasdim, yang merusak rumah itu dan mengangkut bangsa itu sebagai tawanan ke negeri Babel.

Ezr 5:13 Akan tetapi pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Babel, dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh untuk membangun rumah Allah ini.

Ezr 5:14 Juga perlengkapan emas dan perak dari rumah Allah, yang telah diambil oleh Nebukadnezar dari bait suci yang di Yerusalem dan dibawa ke dalam bait suci yang di Babel, diambil pula oleh raja Koresh dari bait suci yang di Babel itu, dan diserahkan kepada seorang yang bernama Sesbazar yang telah diangkatnya menjadi bupati.

Ezr 5:15 Perintahnya kepadanya: Ambillah perlengkapan ini, pergilah dan taruhlah itu di dalam bait suci yang di Yerusalem, dan biarlah rumah Allah dibangun di tempatnya yang semula.

Ezr 5:16 Kemudian datanglah Sesbazar, meletakkan dasar rumah Allah yang ada di Yerusalem, dan sejak waktu itu sampai sekarang dikerjakanlah pembangunannya, hanya belum selesai.

Ezr 5:17 Oleh sebab itu, jikalau dianggap baik oleh raja, maka hendaklah diadakan penyelidikan di dalam gedung perbendaharaan raja, di sana, di Babel, apakah pernah dikeluarkan perintah oleh raja Koresh untuk membangun kembali rumah Allah yang di Yerusalem itu. Kemudian keputusan raja tentang hal itu kiranya dikirimkan kepada kami."

Ezr 6:1 Sesudah itu atas perintah raja Darius diadakanlah penyelidikan di perbendaharaan di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan.

Ezr 6:2 Kemudian di Ahmeta, benteng yang di propinsi Media, didapati sebuah gulungan, yang isinya sebagai berikut: "Piagam:

Ezr 6:3 Pada tahun pertama zaman raja Koresh dikeluarkanlah perintah oleh raja Koresh: Mengenai rumah Allah di Yerusalem. Rumah itu haruslah dibangun kembali sebagai tempat orang mempersembahkan korban sembelihan dan korban api-apian; haruslah tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam puluh hasta.

Ezr 6:4 Dan haruslah dipasang tiga lapis batu besar-besar dan satu lapis kayu. Biayanya harus dibayar dari perbendaharaan kerajaan.

Ezr 6:5 Dan juga perlengkapan emas dan perak rumah Allah yang diambil oleh Nebukadnezar dari bait suci yang di Yerusalem dan dibawa ke Babel itu haruslah dikembalikan, supaya kembali pula ke dalam bait suci yang di Yerusalem, ke tempatnya yang semula; dan engkau haruslah menaruhnya di dalam rumah Allah."

Ezr 6:6 "Oleh sebab itu, hai Tatnai, bupati daerah seberang sungai Efrat, dan Syetar-Boznai serta rekan-rekanmu, para punggawa daerah seberang sungai Efrat, hendaklah kamu menjauhkan diri dari sana.

Ezr 6:7 Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula.

Ezr 6:8 Lagipula telah dikeluarkan perintah olehku tentang apa yang harus kamu perbuat terhadap para tua-tua orang Yahudi mengenai pembangunan rumah Allah itu, yakni dari pada penghasilan kerajaan, dari pada upeti daerah seberang sungai Efrat, haruslah dengan seksama dan dengan tidak bertangguh diberi biaya kepada orang-orang itu.

Ezr 6:9 Dan apa yang diperlukan, yakni lembu jantan muda, domba jantan, anak domba untuk korban bakaran bagi Allah semesta langit, juga gandum, garam, anggur dan minyak, menurut petunjuk para imam yang di Yerusalem, semuanya itu harus diberikan kepada mereka hari demi hari tanpa kelalaian,

Ezr 6:10 supaya mereka selalu mempersembahkan korban yang menyenangkan kepada Allah semesta langit dan mendoakan raja serta anak-anaknya.

Ezr 6:11 Selanjutnya telah dikeluarkan perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya pada ujung tiang itu dan supaya rumahnya dijadikan reruntuhan oleh karena hal itu.

Ezr 6:12 Maka Allah, yang sudah membuat nama-Nya diam di sana, biarlah Ia merobohkan setiap raja dan setiap bangsa, yang mengacungkan tangan untuk melanggar keputusan ini dan membinasakan rumah Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama."


Tafsiran Wycliffe


Pekerjaan Pembangunan Dilanjutkan (5:1-5).

Sesudah tertunda sepanjang lima belas tahun, pembangunan kembali Bait Allah dilanjutkan di bawah pengaruh khotbah-khotbah yang kuat dari Hagai dan Zakharia.

Bahkan tantangan Tatnai sekalipun tidak berhasil menghentikan pekerjaan tersebut.

1. Nabi Hagai dan Zakharia. Nama ayah Hagai tidak disebutkan di sini dan juga di dalam kitab yang ditulis olehnya sendiri.

Kakek Zakharia adalah Ido, dan ayahnya adalah Berekhya (Za. 1:1).

Pelayanan Hagai diawali pada tanggal 29 Agustus 520 sM (Hag. 1:1), tetapi Zakharia baru mengawali pelayanannya sesudah bulan Oktober - Nopember pada tahun yang sama.

2. Mulailah Zerubabel ... dan Yesua ... membangun rumah Allah. Pekerjaan membangun kembali Bait Allah dilanjutkan lagi hanya tiga minggu sesudah Hagai mulai berkhotbah.

Waktu itu adalah tanggal 20 September tahun 520 sM (Hag. 1:14, 15).

Zerubabel sangat dihormati di dalam Kitab Hagai dan dalam Zakharia 4, sedangkan Yesua dihormati dalam Zakharia 3 dan 6.

3. Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai. Ia adalah pejabat Persia untuk seluruh wilayah barat Sungai Efrat.

Dari tahun 539-525 sM, bukan hanya wilayah ini, tetapi juga Babel dikuasai oleh Darius orang Media itu.

Syetar-Boznai mungkin adalah tangan kanan atau panitera Tatnai, sebagaimana Simsai untuk Rehum (4:9).

Menyelesaikan tembok ini. Yang dimaksudkan di sini adalah tembok Bait Allah (bdg. 5:8).

4. Ayat 9, 10 mengutarakan seluruh pertanyaan Tatnai sehingga jawaban yang terungkap di ayat 4 ini bisa menjadi jelas. Tetapi jawaban lengkap dari orang-orang Yahudi terhadap tantangan Tatnai terdapat di ayat 11-16.

5. Mata Allah mengamat-amati para tua-tua orang Yahudi. Bukti yang jelas dari pengaturan Allah (untuk melihat kalimat serupa yang lebih sering dipakai, lih. 7:6).

Karena mungkin diperlukan satu tahun untuk memperoleh berita selanjutnya dari Darius, tentu merupakan pukulan berat bagi orang Yahudi untuk menghentikan pekerjaan mereka pada saat itu.

Surat Tatnai kepada Darius (5:6-17).

Tatnai, pejabat Persia itu, kemudian menulis surat kepada raja Darius yang melaporkan tantangan yang diutarakannya kepada orang Yahudi serta jawaban yang mereka berikan.

Tatnai meminta keputusan yang sesuai dengan ketetapan yang telah dikeluarkan oleh raja Koresy.

8. Rumah Allah yang maha besar. Surat tersebut hanya membahas sekitar Bait Allah itu saja, berbeda dengan surat menurut 4:12-16 yang ditulis sekitar tujuh puluh tahun kemudian (lih. taf.).

11-13. Surat tersebut juga mengutip jawaban orang-orang Yahudi kepada Tatnai yang isinya adalah sejarah Bait Allah mereka sejak selesai dibangun pada tahun 960 sM hingga penghancurannya pada tahun 586 sM serta ketetapan yang dikeluarkan oleh Koresy untuk membangunnya kembali pada tahun 538 sM.

16. Sesbazar, meletakkan dasar rumah Allah. Bandingkan 1:8; 5:14. Nama lain dari Zerubabel, sebab menurut 3:8-10 Zerubabellah yang membangun dasar Bait Allah tersebut.

Sejak waktu itu sampai sekarang dikerjakanlah pembangunannya. Peristilahan Yahudi yang dipakai tidak meniadakan kemungkinan adanya penyelaan dalam pembangunan (E. J. Young, An Introduction to the Old Testament, hlm. 373).

Masalahnya adalah, tidak pernah ada perintah resmi untuk menghentikan pekerjaan pembangunan kembali tersebut (bedakan dengan 4:23) sejak zaman Koresy hingga saat tersebut.

17. Bahkan andaikata ketetapan Koresy yang asli ditemukan, dan isinya menguntungkan orang Yahudi. Tatnai mungkin mengharapkan, bahwa Darius mengubah ketetapan tersebut, selaku pendiri dari Dinasti yang baru (lih. taf. 6:1, 2).

Ketetapan Koresy dan Darius (6:1-12).

Darius bukan hanya berhasil menemukan ketetapan Koresy yang asli tentang orang-orang Yahudi dan bait Allah mereka, tetapi dia kemudian juga membuat ketetapan sendiri yang memerintahkan Tatnai untuk menolong orang Yahudi di dalam pekerjaan mereka dan mengancam siapa pun yang berani mengubah ketetapan tersebut.

1, 2. Di Babel, di tempat naskah-naskah disimpan ... di Ahmeta. Keil menunjukkan, bahwa kompleksnya kerajaan Persia serta kekacauan yang muncul akibat pergantian kekuasaan dari keturunan Koresy kepada keturunan Darius pada tahun 521 sM membantu menjelaskan mengapa beberapa keputusan terdahulu sudah dilupakan.

Tetapi administrasi kerajaan Persia patut dihargai karena tetap menyimpan catatan-catatan resmi mereka di dalam pengarsipan yang teliti yang berpusat di Babel dan menjangkau jaringan perpustakaan sampai di Ahmeta (Ekbatana), yaitu ibu kota kerajaan Media kuno.

Naskah-naskah (ay. 1) seharusnya diterjemahkan arsip-arsip.

Istilah gulungan (ay. 2) artinya gulungan papirus atau kulit (istilah Ibrani yang berbeda), dan bukan lempengan tanah liat yang lebih sering dipakai.

Mungkin seluruh gulungan kitab tersimpan di perpustakaan Ekbatana ini sebab cuacanya tidak terlalu panas dan lembab seperti di Babel.

3. Untuk melihat penjelasan tentang perbedaan antara keputusan Koresy ini dengan keputusan pada Kitab Ezra pasal 1, baca tulisan E. J. Young (op.cit., hlm. 372).

Jika ketetapan pada Ezra 1, merupakan sebuah maklumat umum, maka ketetapan yang ini merupakan pelengkap yang lebih terinci bagi arsip-arsip yang ada.

Tingginya enam puluh hasta. Serambi Bait Allah Salomo tingginya dua kali lipat (II Taw. 3:4).

8. Lagipula telah dikeluarkan perintah olehku. Darius bukan hanya mengingatkan Tatnai untuk tidak mengusik orang Yahudi dengan alasan ketetapan Koresy, namun dia juga menambah lagi ketetapan itu dengan ketetapannya sendiri yang pasti telah mengejutkan Tatnai dan komplotannya.

Dari pada upeti daerah seberang Sungai Efrat, haruslah dengan seksama dan dengan tidak bertangguh diberi biaya kepada orang-orang itu. Bandingkan 6:4.

Perintah ini pastilah sangat memukul Tatnai sebab dia juga mengambil bagian dari upeti tersebut.

10. Mempersembahkan korban ... kepada Allah semesta langit dan mendoakan raja. Darius dapat mengatakan hal ini dengan mudah tanpa mengkhianati politeisme yang dianut olehnya.

Mendoakan raja tersirat di dalam perintah Yeremia kepada orang-orang Yahudi yang dalam pembuangan (Yer. 29:7).

Carl F. Keil (The Books of Ezra, Nehemia and Esther, hlm. 87) menunjukkan, bahwa hal ini dilakukan juga pada abad-abad kemudian (I Makabe 7:33; 12:11; Yosefus, Antiquities, 12.2.5).

11. Dicabut sebatang tiang ... untuk menyulakannya pada ujung tiang itu. Keil mengutip Herodotus (III.159) mengatakan, bahwa Darius menggantung sekitar 3000 orang Babel sesudah ia menaklukkan kota mereka.

Jadi, ucapan ini bukan ancaman kosong.

Rumahnya dijadikan reruntuhan. Bandingkan Daniel 2:5; 3:29; II Raja-raja 9:37.

Sumber bahan: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel