Hagai 2:20-23: Janji Kepada Zerubabel

Klik:

Hagai 2:20-23


Hag 2:20 (2-21) Maka datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Hagai pada tanggal dua puluh empat bulan itu, bunyinya:

Hag 2:21 (2-22) "Katakanlah kepada Zerubabel, bupati Yehuda, begini: Aku akan menggoncangkan langit dan bumi

Hag 2:22 (2-23) dan akan menunggangbalikkan takhta raja-raja; Aku akan memunahkan kekuasaan kerajaan bangsa-bangsa dan akan menjungkirbalikkan kereta dan pengendaranya; kuda dan pengendaranya akan mati rebah, masing-masing oleh pedang temannya.

Hag 2:23 (2-24) Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hamba-Ku--demikianlah firman TUHAN--dan akan menjadikan engkau seperti cincin meterai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman TUHAN semesta alam."


Tafsiran Wycliffe


2:20. Pada tanggal dua puluh empat bulan itu. Pada hari yang sama, ketika dia menyampaikan pesan yang berharga (ay. 10), Hagai menyampaikan ucapan terakhirnya, yakni suatu perkataan pendorong semangat secara pribadi kepada pemimpin pemerintahan, yaitu Zerubabel.

2:21. Katakanlah kepada Zerubabel. Adalah mungkin, bahwa Zerubabel, sebagai bupati dan pemimpin pemerintahan, merasa heran mengenai nubuatan sebelumnya (ay. 6, 7) menyangkut pemberontakan di antara kekuasaan-kekuasaan dan kerajaan-kerajaan dunia.

Kemungkinan dia selama itu telah memperhatikan mengenai bagaimana perlakuan-perlakuan Allah ini dapat mempengaruhi bangsa yang dipimpinnya.

Aku akan menggoncangkan langit dan bumi. Akan dengan mudah dapat dilihat serta diakui, bahwa pesan pribadi kepada Zerubabel menyatu dengan ucapan nubuatan mengenai hukuman-hukuman yang akan datang dari Allah terhadap bangsa-bangsa.

2:22. Aku akan memunahkan kekuasaan kerajaan bangsa-bangsa. Oleh beberapa penafsir, ayat ini ditempatkan pada masa penggulingan dan pemberontakan bangsa-bangsa jajahan melawan Kerajaan Persia.

Hal ini berlangsung ketika Darius Histaspis naik takhta pada tahun 521 SM.

Namun, nubuatan Hagai memandang ke masa depan; bukannya berbicara mengenai suatu peristiwa sejarah yang dikenal semua orang.

Lagi pula, pemakaian kata "takhta" dalam bentuk tunggal memiliki arti tersendiri.

Yang paling baik di sini adalah melihat bersama dengan banyak pemapar yang cakap, sebuah acuan pada penggulingan terakhir atas sistem dunia ini, yang dikuasai oleh Iblis, ketika Raja yang berhak, yakni Tuhan Yesus Kristus, kembali untuk mengambil tampuk pimpinan pemerintahan (bdg. Why. 11:15).

Kereta. Bangsa-bangsa waktu itu seperti sekarang ini, akan tetap bergantung pada kekuatan jasmani dan senjata untuk mencapai tujuan-tujuan jasmani mereka, namun TUHAN akan menghancurkan sama sekali kekuatan serta pameran kekuatan mereka.

Oleh pedang temannya. Penghancuran yang dimulai oleh TUHAN, akan diakhiri dengan kegilaan dalam perselisihan penduduk (lih. juga Yeh. 38:21; Za. 14:13).

Peristiwa-peristiwa ini harus ditempatkan pada masa Perang Armagedon.

Dipandang dari segi apa pun, peristiwa-peristiwa dalam ayat ini tidak dapat diputarbalikkan, sehingga sesuai dengan beberapa konflik masa lampau atau gerakan-gerakan politik dari kerajaan-kerajaan yang pernah jaya.

2:23. Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, Aku akan mengambil engkau. Nada pribadinya jelas. Zerubabel bukan diangkat untuk penghukuman, melainkan untuk sebuah misi khusus.

Allah menyimpan suatu kehormatan khusus bagi salah satu hamba-Nya ini.

Janji itu sebenarnya bersangkutan dengan jabatan yang dipegang Zerubabel sebagai pemimpin di Yehuda; itu tidak mungkin mengacu pada seluruh umur hidup Zerubabel sendiri.

Pada masa hidupnya, peristiwa-peristiwa yang dinubuatkan itu tidak terjadi.

Artinya adalah, bahwa turunnya Mesias akan terjadi melalui Zerubabel, dari garis keturunan Daud, sebagaimana terjadi melalui Daud sendiri.

Takhta Daud yang kokoh di sini, dibedakan dengan dinasti-dinasti yang terhuyung-huyung di dunia.

Zerubabel terdapat dalam kedua silsilah Mesias (Mat. 1:12; Luk. 3:27).

Para pemapar bangsa Yahudi mengaitkan ayat dalam Hagai ini dengan Mesias.

Jadi, dalam diri Zerubabel, sebagai lambang, digambarkan sebelumnya Pribadi yang akan merupakan antitipe, yaitu Mesias.

Keduanya merupakan keturunan Daud; karena itu dipadukan dalam nubuatan ini.

Seperti cincin meterai. Cincin meterai adalah sebuah benda berharga dan berguna bagi orang Timur.

Cap atau meterai yang dibuat dengan cincin itu merupakan sebuah tanda kehormatan dan kekuasaan (lih. Kid. 8:6; Yer. 22:24).

Pada zaman dahulu, ketika cincin meterai dipakai untuk menanda tangani surat dan dokumen, cincin itu mewakili pemiliknya, yang selalu memakainya (bdg. Kej. 38:18; Yer. 22:24).

Ini merupakan miliknya yang berharga.

Di sini, cincin meterai menggambarkan sebelumnya Kristus yang berharga mahal.

Engkaulah yang Kupilih. Sebagaimana orang-orang yang terkenal dalam PL berjajar dalam urutan garis keturunan menuju Mesias melalui pemilihan mahakuasa Allah, demikian juga Zerubabel diberi kehormatan untuk ditempatkan dalam himpunan ini untuk menunjuk kepada Orang yang Dipilih Allah, yaitu Kristus Tuhan.

Sumber ayat Alkitab / tafsiran: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel