Mazmur 26: Doa Mohon Dibenarkan Oleh TUHAN

Klik:

Psalms 26


Psa 26:1 Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.

Psa 26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.

Psa 26:3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.

Psa 26:4 Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul;

Psa 26:5 aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk.

Psa 26:6 Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN,

Psa 26:7 sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.

Psa 26:8 TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.

Psa 26:9 Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa, atau hidupku bersama-sama orang penumpah darah,

Psa 26:10 yang pada tangannya melekat perbuatan mesum, dan yang tangan kanannya menerima suapan.

Psa 26:11 Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku.

Psa 26:12 Kakiku berdiri di tanah yang rata; aku mau memuji TUHAN dalam jemaah.


Tafsiran Wycliffe


Mazmur 26. Doa Seorang Penyembah.

Bahwa ada ketegangan di antara kelompok-kelompok agama di Israel tampak jelas dari ratapan ini.

Beberapa penafsir berpendapat, bahwa ada penyakit sampar yang ikut melatarbelakangi permohonan ini.

Meskipun mungkin demikian, protes pemazmur mengenai integritasnya menunjuk pada suatu masyarakat di mana orang fasik berkuasa.

Kendatipun pemakaian mazmur ini lebih bersifat individual daripada untuk kelompok, kemungkinan sekelompok orang saleh menggunakan mazmur ini pada masa penderitaan.

1-7. Penegasan Tidak Bersalah.

Ujilah aku, ya Tuhan. Pemazmur begitu yakin akan integritasnya sehingga dia memohon penghakiman Allah; dia meminta Allah untuk ujilah, cobalah dan selidikilah dia.

Dia mengaku telah hidup dengan benar, telah menghindari bergaul dengan orang-orang Yahudi yang murtad, dan telah ikut beribadah secara teratur.

Ini semua sangat berbeda dengan perilaku musuh-musuhnya.

8-12. Doa Memohon Pembuktian Tak Bersalah.

Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa. Permohonannya bukanlah agar dia terhindar dari kematian, melainkan agar dia tidak dikelompokkan dengan orang yang tidak takut kepada Allah, yaitu orang-orang yang dia hindari dalam hidup ini.

Melalui doa memohon perlakuan khusus ini, dia memohon Allah membebaskan dan mengasihani dirinya, sebab dia akan tetap hidup dalam ketulusan, berdiri teguh, dan memuliakan Tuhan di hadapan orang banyak.

JILID I. Mazmur 1-41.

Kitab pertama di dalam pembagian kitab ini menjadi lima tampaknya pernah merupakan kumpulan mazmur Daud tersendiri.

Nama untuk Tuhan, dalam bahasa Ibrani Yahweh dipakai 272 kali, sedangkan Elohim hanya dipakai 15 kali saja.

Setiap mazmur beragam isinya, namun ajaran moralnya sederhana dan langsung.

Di sepanjang bagian ini, tampak jelas suatu iman yang positif kepada keadilan Allah.

Mazmur 1 merupakan pengantar kepada seluruh Kitab Mazmur, sedangkan Mazmur 2 merupakan pengantar untuk kumpulan Kitab I.

Kenyataan, bahwa sejumlah naskah mencantumkan Mazmur 3 sebagai mazmur pertama menjadikan sifat pengantar dari Mazmur 1 dan 2 makin jelas.

Selanjutnya ada kemungkinan, bahwa Mazmur 1 dan 2 pada mulanya merupakan satu mazmur saja, yaitu mazmur yang diawali dan diakhiri dengan "Berbahagialah".

Semua mazmur kecuali 1, 2, 10 dan 33 terkait dengan Daud di dalam catatan judulnya.

Sumber bahan: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel