Mazmur 121: TUHAN, Penjaga Israel

Klik:

Psalms 121


Psa 121:1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?

Psa 121:2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Psa 121:3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.

Psa 121:4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.

Psa 121:5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.

Psa 121:6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.

Psa 121:7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.

Psa 121:8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.


Tafsiran Wycliffe


Mazmur 121. Penolong Bagi Para Peziarah.

Keyakinan kuat dari orang-orang yang dalam perjalanan naik ke Sion tercermin dalam nyanyian ziarah ini.

Di sini mereka mengekspresikan penyerahan mereka kepada Allah, tanpa bersungut-sungut, atau mengeluh, atau meminta.

Nyanyian ini mungkin dipakai sebagai nyanyian berbalas-balasan, kendatipun suara-suara, atau bagian-bagian yang sebenarnya dipergunakan tidak dapat diidentifikasi secara pasti.

1, 2. Sumber Pertolongan.

Dari manakah akan datang pertolonganku? Melihat ke arah gunung-gunung sekeliling Sion, satu dari para peziarah menyuarakan pertanyaan yang menyiapkan perasaan semua orang di belakangnya.

Pertanyaan tersebut tidak mengekspresikan keragu-raguan, melainkan mengemukakan penegasan yang berisi tema dari mazmur ini, bahwa Tuhan, Sang Pencipta adalah Penolongnya.

3-8. Janji Perlindungan.

Tuhanlah Penjagamu. Semua ayat, kecuali ayat 6 menggunakan kata Ibrani shãmar untuk menekankan penjagaan Allah ini.

Tidak seperti pengawal (prajurit jaga) yang kadang-kadang tertidur, atau Baal yang harus dibangunkan dulu (bdg. I Raj. 18:27), Tuhan tidak pernah terlelap atau tidur.

Pemazmur memakai paralelisme klimaks di seluruh bagian, dengan membangun setiap kalimat baru berdasarkan plan yang terdapat pada kalimat sebelumnya.

Perhatikan bahwa kesimpulan tersebut berlaku untuk para peziarah, yaitu bahwa Allah menjaga setiap perjalanan mereka, dan Dia menjaga mereka pulang dengan selamat.

JILID V. MAZMUR 107-150.

Jilid kelima dari lima bagian ini mencakup beberapa koleksi atau kelompok mazmur yang lebih kecil.

Nyanyian-nyanyian Ziarah dan Mazmur-mazmur Haleluya (111-113, 115-117, 146-150) jelas adalah bagian inti yang di sekitarnya mazmur-mazmur lain dikelompokkan bersama.

Sebelum ada pembagian menjadi lima bagian ini, mungkin ada pembabakan menjadi tiga bagian di mana Jilid IV dan V merupakan sebuah kumpulan besar.

Seluruh bagian secara nyata memperlihatkan tujuan liturgis; yang menimbulkan rasa ibadah bersama yang mendalam, yang mencapai puncak dalam kata-kata penutup Mazmur 150: "Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan. Haleluya."

Sumber bahan: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel