Pengkhotbah 5:8-6:12: Kesia-siaan Kekayaan

Klik:

Ecclesiastes 5:8-6:12


Ecc 5:8 (5-7) Kalau engkau melihat dalam suatu daerah orang miskin ditindas dan hukum serta keadilan diperkosa, janganlah heran akan perkara itu, karena pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain, begitu pula pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka.

Ecc 5:9 (5-8) Suatu keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah, kalau rajanya dihormati di daerah itu.

Ecc 5:10 (5-9) Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Ecc 5:11 (5-10) Dengan bertambahnya harta, bertambah pula orang-orang yang menghabiskannya. Dan apakah keuntungan pemiliknya selain dari pada melihatnya?

Ecc 5:12 (5-11) Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.

Ecc 5:13 (5-12) Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.

Ecc 5:14 (5-13) Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatupun padanya untuk anaknya.

Ecc 5:15 (5-14) Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya.

Ecc 5:16 (5-15) Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?

Ecc 5:17 (5-16) Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.

Ecc 5:18 (5-17) Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya.

Ecc 5:19 (5-18) Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah.

Ecc 5:20 (5-19) Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya.

Ecc 6:1 Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia:

Ecc 6:2 orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

Ecc 6:3 Jika orang memperoleh seratus anak dan hidup lama sampai mencapai umur panjang, tetapi ia tidak puas dengan kesenangan, bahkan tidak mendapat penguburan, kataku, anak gugur lebih baik dari pada orang ini.

Ecc 6:4 Sebab anak gugur itu datang dalam kesia-siaan dan pergi dalam kegelapan, dan namanya ditutupi kegelapan.

Ecc 6:5 Lagipula ia tidak melihat matahari dan tidak mengetahui apa-apa. Ia lebih tenteram dari pada orang tadi.

Ecc 6:6 Biarpun ia hidup dua kali seribu tahun, kalau ia tidak menikmati kesenangan: bukankah segala sesuatu menuju satu tempat?

Ecc 6:7 Segala jerih payah manusia adalah untuk mulutnya, namun keinginannya tidak terpuaskan.

Ecc 6:8 Karena apakah kelebihan orang yang berhikmat dari pada orang yang bodoh? Apakah kelebihan orang miskin yang tahu berperilaku di hadapan orang?

Ecc 6:9 Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Ecc 6:10 Apapun yang ada, sudah lama disebut namanya. Dan sudah diketahui siapa manusia, yaitu bahwa ia tidak dapat mengadakan perkara dengan yang lebih kuat dari padanya.

Ecc 6:11 Karena makin banyak kata-kata, makin banyak kesia-siaan. Apakah faedahnya untuk manusia?

Ecc 6:12 Karena siapakah yang mengetahui apa yang baik bagi manusia sepanjang waktu yang pendek dari hidupnya yang sia-sia, yang ditempuhnya seperti bayangan? Siapakah yang dapat mengatakan kepada manusia apa yang akan terjadi di bawah matahari sesudah dia?


Tafsiran Wycliffe


V.A. MELALUI KEKAYAAN YANG DAPAT DINIKMATI (5:7-19).

Di sini kekayaan dilihat dari tiga sudut. Kendati Allah mungkin memberi manusia kemampuan tertentu untuk menikmati kekayaan, namun:

(1) kekayaan adalah penyebab banyak ketamakan dan ketidakadilan di antara para pejabat pemerintah (5:7,8);

(2) perolehan kekayaan tidak pernah memberikan kepuasan, sebab semakin orang mendapatkannya semakin banyak dia menginginkannya (5:9-11); dan

(3) kekayaan merupakan harta yang tidak aman, sebab orang mengejar kekayaan hanya untuk memberikannya kepada orang lain (5:12-16).

Demikian pula dalam 5:17-19, penulis memberikan nasihatnya berulang-ulang: Nikmatilah hidup sepanjang kamu bisa.

7. Pejabat-pejabat yang lebih tinggi mengawasi mereka. Ini bukan pernyataan yang kurang lebih berarti, bahwa Allah mengawasi semua penguasa di bumi, lalu pada akhirnya akan menghukum mereka, melainkan merujuk pada sistem pemerintahan pada zaman itu.

Masing-masing pejabat mengawasi bawahannya untuk mendapatkan bagian dari barang-barang rampasan dari pajak dan suap.

Karena sistem ini, orang semestinya tidak heran dengan penindasan dan kurangnya keadilan.

8. Keuntungan bagi negara dalam keadaan demikian ialah, kalau rajanya dihormati di daerah itu. Tampaknya yang paling baik adalah yang terdapat pada catatan pinggir dalam RSV, keuntungan bagi negeri ada di antara mereka semua; ladang yang ditanami mempunyai seorang raja.

Dengan kata lain, bukan saja semua pejabat mendapat bagian rampasan itu, melainkan semua daerah yang ditanami selalu ditarik pajak.

12. Kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri. Yang dimaksud di sini ialah kerugian akibat kemalangan (ay. 13), yaitu, karena spekulasi bisnis yang jelek.

Kesia-siaan dari kekayaan terletak pada kenyataan, bahwa manusia bisa menumpuk harta yang banyak hanya untuk kemudian hilang akibat bisnis yang sial, dengan demikian dia tidak mempunyai sesuatu untuk diwariskan kepada keturunannya.

19. Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya. Terjemahan ini sama dengan terjemahan RSV, dan lebih baik dari bunyi AV, God answereth him in the joy of his heart.

Tidak banyak kenikmatan dalam hidup ini, tetapi yang ada hendaknya dicari untuk kesenangan yang dapat diberikannya. Ini kemudian akan membuat hidup berjalan menyenangkan, sebab Allah akan membiarkan orang disibukkan (asyik) dengan hal tersebut, dan melupakan kesulitan hidup.

V.B. MELALUI KEKAYAAN YANG TIDAK DAPAT DINIKMATI (6:1-9).

Salah satu kemalangan paling menyedihkan dalam hidup ialah, bahwa manusia mungkin mempunyai kekayaan, tetapi tidak dapat menikmatinya, baik karena rentang umur yang pendek, atau mungkin karena sifat tamak yang membuat dia tidak pernah puas.

2. Tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya. Ayat berikutnya, demikian juga frasa, orang lain yang menikmatinya, menunjukkan bahwa itu adalah gambaran tentang seorang yang mati dini dan belum sempat menikmati kekayaannya.

Tidak ada anak untuk menjadi pewarisnya, melainkan orang lain yang menikmatinya.

3. Jika orang memperoleh seratus anak. Ini adalah kebalikan dari contoh sebelumnya.

Betapapun orang mempunyai umur panjang, dan mempunyai banyak anak, itu bukan jaminan bisa menikmati hidup ini.

Dia mungkin begitu terikat oleh sifat tamak, atau khawatir sehingga dia tidak bisa merasa puas.

Untuk lebih mempertajam kontras tersebut, penulis menambahkan, bahkan tidak mendapat penguburan. Artinya, seandainya dia hidup terus, dan tetap tidak dapat menikmati hidup ini, maka akan lebih baik, jika dia tidak pernah hidup sama sekali.

9. Lebih baik melihat saja dari pada menuruti nafsu. Merasa puas dengan hal-hal yang diberikan oleh kehidupan adalah lebih baik daripada menuruti nafsu, artinya lebih baik daripada hidup yang penuh dengan keinginan yang tidak pernah dapat terpuaskan.

Sumber bahan: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel