Amsal 6:20-7:27: Nasihat Tentang Perzinahan

Klik:

Proverbs 6:20-7:27


Pro 6:20 Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.

Pro 6:21 Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu.

Pro 6:22 Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya.

Pro 6:23 Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,

Pro 6:24 yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing.

Pro 6:25 Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya.

Pro 6:26 Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga.

Pro 6:27 Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya?

Pro 6:28 Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya?

Pro 6:29 Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman.

Pro 6:30 Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar?

Pro 6:31 Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan.

Pro 6:32 Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri.

Pro 6:33 Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan.

Pro 6:34 Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam;

Pro 6:35 ia tidak akan mau menerima tebusan suatupun, dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyakpun pemberianmu.

Pro 7:1 Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu.

Pro 7:2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu.

Pro 7:3 Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu.

Pro 7:4 Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,

Pro 7:5 supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.

Pro 7:6 Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku,

Pro 7:7 kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi,

Pro 7:8 yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu,

Pro 7:9 pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.

Pro 7:10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;

Pro 7:11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,

Pro 7:12 sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang.

Pro 7:13 Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya, dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya:

Pro 7:14 "Aku harus mempersembahkan korban keselamatan, dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu.

Pro 7:15 Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau, untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau.

Pro 7:16 Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir.

Pro 7:17 Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis.

Pro 7:18 Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara.

Pro 7:19 Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh,

Pro 7:20 sekantong uang dibawanya, ia baru pulang menjelang bulan purnama."

Pro 7:21 Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.

Pro 7:22 Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum,

Pro 7:23 sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.

Pro 7:24 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku.

Pro 7:25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya.

Pro 7:26 Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya.

Pro 7:27 Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.


Tafsiran Wycliffe


21. Tambatkanlah ... pada hatimu. Bandingkan 3:3.

23. Perintah ... ajaran. Jones dan Walls mengemukakan pendapat yang bagus, bahwa ini adalah didikan orang tua, tetapi berisi ajaran ilahi (Ul. 6:6,7).

25. Dalam hatimu. Perhatikan baik-baik, bahwa perintah-perintah Perjanjian Lama menjangkau sampai ke sikap batin manusia.

Ajaran Kristus, bahwa nafsu birahi di dalam hati saja sudah merupakan perzinahan (Mat. 5:28) bukan merupakan lanjutan ajaran Perjanjian Lama, tetapi lebih merupakan penyelamatan doktrin Perjanjian Lama dari tafsiran-tafsiran tradisional orang Farisi (bdg. R. Laird Harris, Inspiration and Canonicity of the Bible, hlm. 53.).

30. Seorang pencuri. Pokok pikiran yang disampaikan di sini adalah, bahwa mungkin ada situasi-situasi yang meringankan untuk dosa pencurian, dan bahkan, ganti rugi yang sangat membantu menghapus kesalahan itu.

Tetapi, untuk perzinahan tidak ada maaf. Tidak mungkin ada pembayaran ganti rugi.

35. Tebusan. Sebuah contoh bagus mengenai arti dari kôper: "pembayaran untuk meredakan."

Arti akar kata itu adalah menutup (BDB), tetapi tidak dipakai untuk arti demikian dalam Perjanjian Lama, dan merupakan kesimpulan yang meragukan dari bahasa Arab.

Dari kata benda tebusan dibentuk sebuah kata kerja denominatif, kipper, yang secara logis berarti "memberikan tebusan."

Kata kerja ini sering diterjemahkan "mengadakan pendamaian."

Dari kata kerja ini dibentuk kata benda kedua, kappôret, "tempat pendamaian."

Kata itulah yang dipakai untuk bagian atas dari tabut perjanjian yang disebut "tutup pendamaian," atau dalam LXX adalah hilastçron, atau "jalan pendamaian" dalam Roma 3:25.

7:2. Biji matamu. Pusat mata; lambang dari sesuatu yang paling berharga.

5. Licin. Bukan "merayu" tetapi lebih berarti menggunakan kata-kata yang ramah, yakni kata-kata yang menyenangkan sekali dan menggairahkan (demikian Delitzsch dan RSV).

7. Di antara yang tak berpengalaman. Orang tolol, tidak kokoh moral. Lihat tafsiran atas 1:4 dan bdg. 9:4 dan 16.

10. Licik. Dalam bahasa Ibrani kelihatannya berarti "hati yang terselubung," yakni, suka menyimpan rahasia, lihai (demikian Delitzsch).

Gambaran mengenai suasana berikutnya bersifat klasik.

Seperti kata Delitzsch, "orang-orang yang segolongan bertemu," godaan untuk menyeleweng menjadi sempurna, berbagai dalih diberikan.

Tetapi, penulis Amsal yang diilhami ini menunjukkan secara cukup ringkas akibat akhir dari kejahatan.

11. Cerewet dan liat. Lebih baik diterjemahkan, suka ribut dan berontak.

Berontak jelas berarti menolak hukum Allah, dan menolak kewajiban-kewajiban moral.

14. Aku harus mempersembahkan korban keselamatan. Kurban keselamatan sebagian dimakan oleh orang yang mempersembahkan kurban.

Karena itu, pada waktu hari-hari raya nasional dengan ribuan orang yang hadir, kurban keselamatan diberikan oleh ribuan orang tersebut.

Perempuan itu tidak bermaksud menyatakan, bahwa dirinya baru saja beribadah.

Sebaliknya, dia sedang memikat sang pemuda dengan menceritakan, bahwa lemari esnya penuh makanan, demikian kira-kira cara kita mengatakannya.

"Suamiku pergi jauh," demikian kata perempuan itu; "Cuaca di pantai cerah. Kita dapat menikmati secara bebas, dan tidak seorang pun akan mengetahuinya." Tidak seorang pun, kecuali Allah.

20. Menjelang bulan purnama. Alkitab bahasa Inggris menggunakan ungkapan day appointed yang jarang dipakai. LXX dan teks Siria memberikan arti, berhari-hari kemudian.

22. Maka tiba-tiba (seperti terjemahan RSV, all at once). Kekuatan sang pemuda untuk melawan dosa akhirnya ambruk, dan malapetakanya sudah dipastikan.

Terbelenggu (Stocks). Artinya jelas, tetapi detail-detailnya juga sulit.

Teks Ibraninya rupanya mengatakan: "seperti dikekang menuju hukuman orang bodoh (pergi)."

Tetapi kata kekang jarang dipakai dan di tempat lain berarti gelang kaki.

LXX menerjemahkan kata stocks dengan "anjing," rupanya dari sebuah teks berbeda - "seperti anjing (masuk) ikatan."

Kata "ikatan" dalam LXX diambil dari kata Ibrani "gelang kaki," menggunakan vokal-vokal berbeda.

Kemudian LXX mengakhiri ayat itu dengan klausa ini - "seperti seekor anjing masuk dalam belenggu."

Kata "belenggu" dalam LXX muncul dari kata Ibrani untuk "hukuman," dengan menggunakan huruf-huruf hidup yang berbeda.

Maka LXX mengakhiri ayat itu dengan anak kalimat ini: - "seperti seekor anjing masuk belenggu."

Kata "orang bebal" dipahami dengan huruf-huruf hidup berbeda, dan itu dimasukkan pada ayat berikutnya, yang dalam LXX berbunyi - "Seekor rusa terkena anak panah pada hatinya."

Bunyi seluruh perikop tersebut dalam LXX hanya berbeda dua kata dengan dalam bahasa Ibraninya.

Bunyi perikop itu dalam LXX didukung oleh teks Siria dan Targum, dan barangkali itu yang seharusnya dipakai.

27. Dunia orang mati. Lihat tafsiran atas 1:12 dan 2:18.

Kita jangan sampai kehilangan tujuan serius dari perikop ini dalam detail-detail paparannya.

Dosa tidak dapat dituruti kehendaknya tanpa mendapat hukuman; upahnya adalah maut.

Bahwa dosa itu licik adalah cerita lama, tetapi di sini penulis Ibrani kuno itu dengan indah membuka kedok tipu daya dosa dan menunjukkan kebenaran yang sesungguhnya.

Namun dia tidak berhenti di sana.

Ada obat untuk dosa - yaitu suara Hikmat dalam pasal 8.

B. PEREMPUAN BIJAKSANA, HIKMAT, LAWAN PEREMPUAN JAHAT. 1:8-9:18.

Dalam bagian ini secara indah digambarkan metode pengajaran melalui kontras.

Dalam sebagian besar bagian, personifikasi dari Hikmat ditampilkan berlawanan dengan dosa (lihat Pendahuluan, Ajaran dari Amsal).

Sumber bahan: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel