Zakaria 1:1-6: Seruan Untuk Bertobat | Garis Besar dan Pendahuluan Kitab Zakaria

Klik:

Zechariah / Zakaria 1:1-6


Zec 1:1 Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakharia bin Berekhya bin Ido, bunyinya:

Zec 1:2 "Sangat murka TUHAN atas nenek moyangmu.

Zec 1:3 Sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kembalilah kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN semesta alam, maka Akupun akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam.

Zec 1:4 Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.

Zec 1:5 Nenek moyangmu, di mana mereka? Dan para nabi, apakah mereka hidup untuk selama-lamanya?

Zec 1:6 Tetapi segala firman dan ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepada hamba-hamba-Ku, para nabi, bukankah itu telah sampai kepada nenek moyangmu? Maka bertobatlah mereka serta berkata: Sebagaimana TUHAN semesta alam bermaksud mengambil tindakan terhadap kita sesuai dengan tingkah laku kita dan perbuatan kita, demikianlah Ia mengambil tindakan terhadap kita!"


Tafsiran Wycliffe


1. Pada tahun kedua zaman Darius. Penanggalan suatu nubuatan menurut waktu pemerintahan seorang raja bukan Yahudi menunjukkan, bahwa masa bangsa-bangsa bukan Yahudi yang berawal pada masa Nebukadnezar, sedang berkembang (bdg. Luk. 21:24).

2. Sangat murka TUHAN. Dengan bahasa yang tegas, sang nabi menyatakan murka Allah terhadap nenek moyang orang-orang sebangsanya.

Bukan hanya kelalaian mereka dalam membangun Bait Allah yang membuat Allah sedih; melainkan pandangan umum rohani mereka.

Kembali dari pembuangan saja, tidaklah cukup untuk menyenangkan hati TUHAN; mereka perlu membawa hati mereka kembali kepada TUHAN.

3. Akupun akan kembali kepadamu. Dengan bertobat, mereka akan melihat Allah siap dan bersedia menerima serta memberkati.

4. Janganlah kamu seperti nenek moyangmu. Contoh buruk begitu menular, sehingga Zakharia harus memperingatkan sesama orang beragamanya, supaya tidak meniru cara-cara para pendahulu mereka.

Para pendahulu mereka itu sudah gagal untuk mengindahkan pesan-pesan sejati dari para nabi Allah, dan akibatnya mereka menuai kesengsaraan serta celaka dalam pembuangan ke Babel.

5. Nenek moyangmu, di mana mereka? Nenek moyang dan para nabi sama-sama telah tiada sekarang.

Manusia sama seperti rumput yang layu, namun ada sebuah kekuatan yang abadi dalam alam semesta ini (Yes. 40:6-8).

6. Bukankah itu telah sampai kepada nenek moyangmu? Manusia pasti mati, namun firman dan ketetapan Allah adalah kekal.

Walaupun generasi sebelumnya telah lenyap, peristiwa-peristiwa berikutnya menunjukkan kebenaran pesan Allah mengenai penghukuman yang menimpa Israel akibat ketidaktaatan.

Demikianlah Ia mengambil tindakan terhadap kita. Allah menggenapi tiap nubuat sesuai yang tersurat.

Orang-orang yang hidup sezaman dengan Zakharia harus mengetahui berbagai pelajaran sejarah, dan memutuskan untuk menaati Allah secara mutlak.

Garis Besar Kitab Zakaria


I. Pengantar: Panggilan untuk Bertobat. 1:1-6.

II. Penglihatan-penglihatan Zakharia pada Malam Hari. 1:7-6:15.
A. Penglihatan tentang kuda dan para penunggangnya. 1:7-17.
B. Penglihatan tentang empat tanduk dan empat orang tukang besi. 1:18-21.
C. Penglihatan tentang seorang yang memegang tali ukuran. 2:1-13.
D. Penglihatan tentang imam besar Yosua. 3:1-10.
E. Penglihatan tentang kandil emas. 4:1-14.
F. Penglihatan tentang gulungan kitab yang terbang. 5:1-4.
G. Penglihatan tentang perempuan dalam gantang. 5:5-11.
H. Penglihatan tentang empat kereta. 6:1-8.
I. Pemahkotaan Yosua. 6:9-15.

III. Berbagai pertanyaan mengenai puasa. 7:1-8:23.
A. Pertanyaan. 7:1-3.
B. Pelajaran dari sejarah. 7:4-14.
C. Maksud berkat Allah bagi Israel. 8:1-23.

IV. Masa depan bangsa-bangsa, Israel, dan kerajaan Mesias. 9:1-14:21.
A. Ucapan ilahi yang pertama. 9:1-11:17.
1. Kemenangan-kemenangan Aleksander Agung. 9:1-8.
2. Pemerintahan penuh damai sejahtera oleh Mesias. 9:9, 10.
3. Kemenangan-kemenangan Kaum Makabe. 9:11-17.
4. Berkat-berkat sepanjang pemerintahan Mesias. 10:1-12.
5. Penolakan terhadap Gembala yang Baik. 11:1-17.
B. Ucapan ilahi yang kedua. 12:1-14:21.
1. Kekuasaan-kekuasaan dunia melawan Yerusalem. 12:1-14.
2. Negeri dan bangsa itu dikuduskan. 13:1-6.
3. Gembala yang dibunuh dan orang-orang yang tersisa. 13:7-9.
4. Kedatangan nyata Mesias ke bumi. 14:1-5.
5. Kerajaan kudus Mesias. 14:6-21.

Pendahuluan Kitab Zakaria


Tanggal dan Kepenulisan.

Zakharia, yang hidup sezaman dengan Hagai, mengawali pelayanan nubuatnya pada tahun 520 SM.

Tanggal terakhir yang ditunjukkan dalam kitab ini (7:1) adalah 518 SM, tahun keempat pemerintahan raja Darius Histaspis.

Nama "Zakharia" adalah nama yang umum dalam Perjanjian Lama, ada dua puluh sembilan orang memakainya. Artinya adalah Tuhan mengingat.

Para pakar "liberal" yang meneliti beberapa perbedaan tertentu dalam gaya dan pokok bahasan, berpendapat, bahwa pasal 9 sampai 14, bukan ditulis oleh penulis pasal 1 sampai 8.

Meskipun demikian, pasal 9 sampai 14 rupanya ditulis pada waktu belakangan, dan kemungkinan inilah sebabnya terdapat perubahan dalam gaya penulisan.

Perbedaan dalam pokok bahasan terjadi karena fakta, bahwa pada bagian akhir dari kitab ini, sang nabi ditugaskan untuk menyingkapkan peristiwa-peristiwa apokaliptis yang berhubungan dengan kedatangan Mesias, dan kerajaan-Nya di dunia.

Semua bukti internal menunjukkan, bahwa kitab ini ditulis oleh satu orang, bukan oleh banyak orang.

Latar Belakang Sejarah.

Koresy, raja Persia, mengeluarkan keputusan (sekitar tahun 538 SM), bahwa barangsiapa yang ingin kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait Allah, diizinkan untuk melakukannya (II Taw. 36:22, 23; Ezr. 1:1-4).

Sekitar 50.000 orang buangan mengambil manfaat dari kebijaksanaan lunak ini.

Dengan tujuan mulia, mereka bertekad untuk kembali bermukim di negeri itu, dan memperbaiki Bait Allah.

Dalam bulan kedua, tahun 536 SM, mereka meletakkan fondasinya (Ezr. 3:11-13).

Pada awal pekerjaan itu, orang-orang Samaria yang sama sekali menolak untuk ikut dalam pembangunan kembali tersebut, menentang proyek itu (Ezr. 4:5).

Hampir selama empat belas tahun, pekerjaan ini terhenti.

Ketika Darius Histaspis menaiki takhta Persia pada tahun 521 SM, Hagai dan Zakharia, dengan beranggapan, bahwa keputusan-keputusan dari para penguasa sebelumnya tidak berlaku, mendorong orang-orang sebangsanya untuk memulai tugas itu kembali.

Zerubabel dan Yosua, yang adalah bupati dan imam besar, memimpin pembangunan kembali tersebut.

Suatu penyelidikan yang dilakukan oleh Tatnai, bupati Persia untuk wilayah barat Efrata, menghentikan pekerjaan itu lagi, namun Darius mempertegas keputusan asli Koresy.

Sayangnya, pada masa ini telah terjadi perubahan dalam sikap orang-orang Yahudi.

Mereka menilai, bahwa halangan-halangan dalam pembangunan kembali itu menunjukkan, bahwa Allah tidak ada dalam pekerjaan tersebut.

Hagai dan Zakharia berusaha membangkitkan bangsa ini dari sikap acuh tak acuh mereka.

Bangsa ini merespons dan pembangunan selesai pada tahun 516 SM, tahun keenam dari pemerintahan Darius.

Data kronologis dalam nubuatan ini berada dalam periode pekerjaan pembangunan kembali Bait Allah.

Walaupun Zakharia mengawali dengan tema tentang pemulihan Bait Allah di Yerusalem, dia menyinggung berbagai tahap kehidupan rohani bangsa ini, dan dia membicarakan dengan kesempurnaan yang luar biasa peristiwa-peristiwa nubuatan, yang mengarah kepada kedatangan kembali dan pemerintahan Mesias.

Sumber ayat Alkitab / tafsiran: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel