Elia Bertemu dengan Ahab

Setelah belajar perikop Obaja, Pegawai Ahab, Bertemu dengan Elia dari Kitab 1 Raja-raja, sekarang kita belajar perikop lanjutannya, yakni Elia Bertemu dengan Ahab.

Berikut ini tampilan ayat-ayat Firman Tuhan dalam Kitab 1 Raja-raja (1 Kings 18:16-19) dengan judul perikop Elia Bertemu dengan Ahab).

Kita belajar perikop "Elia Bertemu dengan Ahab" ini dengan menggunakan tafsiran / catatan Wycliffe. Ayat-ayat dikutip dalam bentuk tulisan italic warna biru, sedangkan tafsiran / komentar dalam tulisan biasa.

Ayat-ayat Akitab dikutip dari software e-Sword, sedangkan komentarinya dari situs Alkitab.sabda.org. Yuk kita belajar.

Elia Bertemu dengan Ahab (Kitab 1Ki 18:16-19)


1Ki 18:16 Lalu pergilah Obaja menemui Ahab dan memberitahukan hal itu kepadanya. Kemudian Ahab pergi menemui Elia.

1Ki 18:17 Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: "Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel?"

1Ki 18:18 Jawab Elia kepadanya: "Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah TUHAN dan engkau ini telah mengikuti para Baal.

1Ki 18:19 Sebab itu, suruhlah mengumpulkan seluruh Israel ke gunung Karmel, juga nabi-nabi Baal yang empat ratus lima puluh orang itu dan nabi-nabi Asyera yang empat ratus itu, yang mendapat makan dari meja istana Izebel."


17. Engkaukah itu, yang mencelakakan Israel? Tingkah laku Ahab lebih menunjukkan sifat kekanak-kanakan daripada kelicikan ketika dia dengan marah menuduh abdi Allah itu sebagai penyebab malapetaka yang melanda Israel pada waktu itu.

Elia menjawab sindiran Ahab itu secara blak-blakan dengan melemparkan tuduhan itu kembali kepada Ahab.

18. Elia mengingatkan sang raja, bahwa bukan dirinya yang pembawa kesulitan, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah-perintah Tuhan dan engkau ini telah mengikuti para Baal.

19. Gunung Karmel. Sebuah bentangan gunung yang sangat indah, terdiri dari banyak puncak yang silang-menyilang dengan ratusan jurang yang lebar maupun sempit.

Pegunungan ini membentang sekitar tiga puluh mil ke arah tenggara dan di ujung barat langsung menjorok ke Laut Mediterania dekat Haifa.

Di atas salah satu bukit itulah Elia memilih untuk membuat arena perang antara dewa-dewa kafir orang Fenisia yang diwakili oleh para Baal dengan Allah yang hidup, Yehova.

Mungkin sang nabi memilih tempat tersebut pertama-tama karena tempatnya menguntungkan secara geografis, namun juga karena tempat itu merupakan wilayah yang masih diperdebatkan di antara Israel dengan orang Finisia, juga karena bagi orang Kanaan, Gunung Karmel merupakan tempat tinggal khusus para dewa.

Jika dugaan ini benar, maka Elia, seperti halnya orang-orang kudus sebelum dan sesudah itu, dengan berani berperang melawan roh-roh jahat yang ada di udara bahkan dari Karmel sendiri.

Dia begitu yakin akan hasil dari pertandingan tersebut sehingga dia dengan sengaja mempersulit dirinya agar makin kentara kemenangan Allah di hadapan Baal.

Perikop Selanjutnya: Elia di Gunung Karmel.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel