Hizkia Sakit dan Disembuhkan

Kontras antara yang jahat dan yang baik memang sering mendapat sorotan. Jika Kitab 1 Raja-raja banyak berisi kisah tentang raja Israel yang bernama Ahab, maka dalam Kitab 2 Raja-raja ini yang banyak dikisahkan adalah mengenai Hizkia raja Yehuda.

Klik:

2 Raja-raja 20:1-11


2Ki 20:1 Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."

2Ki 20:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN:

2Ki 20:3 "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

2Ki 20:4 Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya:

2Ki 20:5 "Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.

2Ki 20:6 Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku."

2Ki 20:7 Kemudian berkatalah Yesaya: "Ambillah sebuah kue ara!" Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia.

2Ki 20:8 Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: "Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga?"

2Ki 20:9 Yesaya menjawab: "Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?"

2Ki 20:10 Hizkia berkata: "Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak."

2Ki 20:11 Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.


Tafsiran Wycliffe


1. Pada hari-hari itu. Masa serbuan pertama Sanherib.

Perbandingan urutan peristiwa 18:1-20:19 dengan urutan di Yesaya 36:1-40:1 menunjukkan, bahwa catatan Yesaya merupakan sumber masukan bagi kisah ini.

Jelas, bahwa kedua kisah ini memiliki tujuan yang berbeda.

Di dalam Yesaya tujuannya ialah untuk menunjukkan, bahwa hanya Tuhan saja yang bisa menghibur umat-Nya; di dalam Raja-raja tujuannya ialah menunjukkan, bahwa para raja Yehuda yang mengikuti strategi Hizkia dengan mengadakan persepakatan duniawi memastikan keruntuhan Yehuda.

Beginilah firman Tuhan. Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi menunjukkan, bahwa hukuman mati itu bersyarat.

2. Memalingkan mukanya ke arah dinding. Hizkia bersekutu sendiri dengan Allah.

3. Aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia. Hizkia memohon usia yang panjang sebagaimana dijanjikan kepada orang-orang yang hidup dengan benar (Ams. 10:27).

Dengan beranggapan, bahwa semua yang telah dilakukannya selama ini sesuai dengan perintah-perintah Allah, lalu mengapa dia harus mati?

Bandingkan kesaksian Hizkia dalam Yesaya 38:10-20.

Hizkia meminta waktu untuk memantapkan pembaharuan-pembaharuan moral yang diadakannya di antara bangsa itu.

4. Pelataran tengah. Wilayah istana, bukit Sion. Tuhan menjawab dengan cepat.

5. Telah Kudengar doamu. Allah menjanjikan kesembuhan.

Dari Yesaya 38:17, 18 tampak, bahwa ada suatu alasan mengapa Hizkia harus dihajar, kemungkinan besar karena dia kurang iman, ketika secara memalukan mengadakan persepakatan dengan orang Arab pada saat serangan Sanherib yang pertama (Luckenbill, Annals of Sennacherib, hlm. 33).

Ketika itu, Hizkia tidak merupakan teladan yang pantas dari seorang yang mengandalkan dan menaati Allah.

6. Aku akan memperpanjang hidupmu. Maksud Allah adalah agar Hizkia masih berkesempatan untuk menunjukkan wujud dari iman yang sejati.

Kata-kata: Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur, menunjukkan, bahwa peristiwa ini terjadi pada saat serangan pertama oleh Sanherib.

Aku akan memagari kota ini. Lihat 19:34, 35.

7. Ambillah sebuah kue ara. Orang kuno percaya, bahwa kue ara dapat menyembuhkan bisul.

Penyebab sesungguhnya dari penyakit Hizkia tidak diketahui.

Mungkin barah hanyalah gejala saja.

Allah di dalam kemurahan-Nya memberikan sebuah tanda kepada raja, bahwa dia pasti akan sembuh.

8. Apakah yang akan menjadi tanda? Mengenai urutan peristiwa yang benar bacalah ayat-ayat itu dengan urutan ini: 6, 8, 11, 7.

Hizkia menginginkan sebuah tanda yang tampak atau saksi lain untuk mengangkat kekhawatirannya dan memperkuat imannya.

Pada hari yang ketiga. Kesembuhannya akan terjadi dengan cepat.

9. Akan majukah bayang-bayang itu ... atau akan mundur sepuluh tapak? Hizkia memilih yang mundur sebagai bukti yang paling kuat dan positif tentang janji Tuhan.

Sumber bahan: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel