Yoyakhin Dikasihani

Yoyakhin, raja Yehuda yang dibuang sebelum runtuhnya kerajaan Yehuda, mengalami akhir hidup yang baik di Babel, ia mendapat belas kasihan dari raja Babel.

Klik:

2 Raja-raja 25:27-30


2Ki 25:27 Kemudian dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin, raja Yehuda dibuang, dalam bulan yang kedua belas, pada tanggal dua puluh tujuh bulan itu, maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan melepaskannya dari penjara.

2Ki 25:28 Ewil-Merodakh berbicara baik-baik dengan dia dan memberi kedudukan kepadanya lebih tinggi dari pada kedudukan raja-raja yang bersama-sama dengan dia di Babel;

2Ki 25:29 ia boleh mengganti pakaian penjaranya dan boleh selalu makan roti di hadapan raja selama hidupnya.

2Ki 25:30 Dan tentang belanjanya, raja selalu memberikannya kepadanya, sekadar yang perlu tiap-tiap hari, selama hidupnya.


Tafsiran Wycliffe


27. Dalam tahun ketiga puluh tujuh. Tahun pembuangannya, namun hari kedua puluh tujuh dari bulan kedua belas Ewil-Merodakh naik takhta.

Jika yang dimaksudkan haiiya tahun Yoyakhin yang kedua puluh tujuh, saat Ewil-Merodakh naik takhta tidak akan disebut. Menurut Thiele (op. cit., hlm. 165) hari itu ialah 21 Maret 561 sM.

Menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin. Bandingkan Kejadian 40:13. Ewil-Merodakh melepaskan Yoyakhin yang tertawan.

28, 29. Memberi kedudukan kepadanya. Perubahan kedudukan Yoyakhin bersifat permanen.

Makan roti di hadapan raja selama hidupnya. Karena Yoyakhin diperlakukan begitu, ada harapan bangsa itu bisa pulang ke negerinya.

Sumber bahan: Software e-sword dan Alkitab.sabda.org.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel